Wawancara kerja adalah salah satu langkah paling menentukan dalam proses pencarian kerja. Di sinilah kamu akan berkesempatan untuk menunjukkan kepada calon atasan mengapa kamu adalah kandidat yang terbaik untuk posisi yang dilamar. Jika kamu seorang pemula yang belum berpengalaman dalam menghadapi wawancara, artikel ini akan memberikan panduan lengkap agar kamu bisa melakukannya dengan baik. Dari persiapan hingga hari-H, kami akan membahas semuanya.
1. Persiapan Sebelum Wawancara
1.1 Kenali Diri Sendiri
Sebelum menghadapi wawancara, penting untuk mengenal diri sendiri. Kamu harus bisa menjelaskan kelebihan dan kekuranganmu. Sampaikan pengalaman, pendidikan, dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Contoh: “Saya menyelesaikan studi di bidang Marketing dan selama kuliah, saya aktif di organisasi kemahasiswaan yang melatih saya untuk berkomunikasi dengan baik dan memimpin tim.”
1.2 Riset Perusahaan
Mempelajari perusahaan yang akan kamu lamar sangat penting. Cari tahu tentang nilai-nilai perusahaan, budaya, produk, dan layanan yang mereka tawarkan. Hal ini tidak hanya menunjukkan minatmu, tetapi juga membantu kamu memberikan jawaban yang lebih relevan selama wawancara.
Contoh pertanyaan yang bisa diajukan, “Saya membaca tentang komitmen [Nama Perusahaan] terhadap keberlanjutan. Bagaimana ini mempengaruhi strategi bisnis perusahaan di masa depan?”
1.3 Latihan Wawancara
Melakukan latihan wawancara dengan teman atau menggunakan produk simulasi wawancara online dapat membantu. Ini akan membuat kamu lebih percaya diri dan mengurangi kecemasan. Mintalah umpan balik dari orang yang berpengalaman untuk mengetahui mana yang perlu diperbaiki.
1.4 Siapkan Dokumen Pendukung
Jangan lupa untuk mencetak beberapa salinan CV dan portofolio (jika diperlukan) untuk dibawa ke wawancara. Pastikan juga bahwa semua dokumen dalam keadaan rapi dan terorganisir.
2. Apa yang Diharapkan Selama Wawancara
2.1 Jenis Wawancara
Wawancara bisa dilakukan dalam berbagai format, termasuk:
- Wawancara Tatap Muka: Ini adalah format yang paling umum, di mana kamu akan bertemu langsung dengan pewawancara.
- Wawancara Telepon: Sering digunakan sebagai langkah awal untuk menyaring kandidat.
- Wawancara Video: Semakin umum, terutama di era digital, dan memungkinkan fleksibilitas geografis.
2.2 Pertanyaan Umum dalam Wawancara
Beberapa pertanyaan yang biasanya muncul dalam wawancara meliputi:
- Cerita tentang dirimu dan pengalaman kerjamu.
- Apa motivasi kamu untuk melamar di perusahaan ini?
- Di mana kamu melihat dirimu dalam lima tahun ke depan?
Expert Quote: Menurut Lisa Johnson, seorang konsultan karier, “Mempersiapkan jawaban yang concis dan relevan terhadap pertanyaan di atas sangat penting, karena ini akan memberikan kesan pertama yang positif.”
2.3 Etika Wawancara
Selama wawancara, pastikan untuk menjunjung tinggi etika profesional. Bersikaplah sopan, dengarkan dengan baik, dan jangan memotong pembicaraan pewawancara. Jangan juga berbicara negatif tentang pekerjaan sebelumnya.
3. Tips untuk Menjawab Pertanyaan
3.1 Teknik STAR
Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan perilaku adalah Teknik STAR (Situation, Task, Action, Result). Metode ini membantu kamu memberikan jawaban yang struktur dan jelas.
Contoh aplikasi teknik STAR:
- Situation: “Di tempat kerja sebelumnya, ada momen ketika proyek besar mengalami keterlambatan.”
- Task: “Sebagai pemimpin tim, tugas saya adalah menemukan solusi untuk mengatasi keterlambatan tersebut.”
- Action: “Saya memanggil semua anggota tim untuk mendiskusikan masalah tersebut dan kami sepakat untuk meningkatkan jam kerja serta berkolaborasi lebih dekat.”
- Result: “Akhirnya, proyek itu selesai tepat waktu, dan kami menerima pujian dari manajemen.”
3.2 Menjawab Pertanyaan Sulit
Ketika dihadapkan pada pertanyaan sulit, seperti “Apa kekuranganmu?”, berikan jawaban yang jujur tetapi tetap fokus pada perkembangan pribadi. Misalnya, “Saya merasa saya kadang sulit mempercayai orang lain, tetapi saya sedang berusaha untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi saya dengan menyusun rencana kerja tim.”
4. Hari-H: Apa yang Harus Dilakukan Sebelum dan Selama Wawancara
4.1 Persiapan Hari Wawancara
- Tidur yang cukup: Pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup sebelum hari wawancara.
- Kedatangan Tepat Waktu: Usahakan untuk datang lebih awal agar tidak terburu-buru.
4.2 Penampilan
Pakaian yang profesional dapat memberikan kesan positif. Pilihlah pakaian yang sesuai dengan budaya perusahaan dan tetap nyaman.
4.3 Bahasa Tubuh
Jaga bahasa tubuhmu sepanjang wawancara. Tersenyumlah, gunakan kontak mata, dan duduk tegak. Ini menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan tertarik pada percakapan.
4.4 Mengajukan Pertanyaan
Di akhir wawancara, kamu akan sering diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan minatmu pada perusahaan dan posisi tersebut.
Contoh pertanyaan: “Apa tantangan terbesar yang dihadapi tim di posisi ini?”
5. Setelah Wawancara: Tindak Lanjut
5.1 Kirimkan Email Terima Kasih
Setelah wawancara, kirimkan email terima kasih kepada pewawancara. Ucapkan terima kasih atas kesempatan wawancara dan tunjukkan kembali minatmu pada posisi tersebut.
5.2 Tindak Lanjut
Jika kamu tidak mendengar kabar setelah beberapa minggu, tidak ada salahnya untuk melakukan tindak lanjut. Tanyakan dengan sopan mengenai status lamaranmu.
6. Kesimpulan
Menghadapi wawancara kerja bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, terutama bagi pemula. Namun, dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik mengenai apa yang diharapkan, kamu dapat menghadapi wawancara dengan percaya diri. Ingatlah untuk mengenali diri sendiri, mempelajari perusahaan, dan berlatih menjawab pertanyaan dengan baik.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu akan lebih siap untuk mendapatkan kesempatan kerja impian. Semoga sukses dalam wawancaranya!
FAQs (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa yang harus saya pakai saat wawancara?
Sebaiknya gunakan pakaian formal atau bisnis yang sesuai dengan budaya perusahaan. Pastikan pakaian tersebut nyaman dan sopan.
2. Berapa lama wawancara biasanya berlangsung?
Rata-rata, wawancara bisa berlangsung antara 30 menit hingga 1 jam, tergantung pada posisi dan format wawancara.
3. Apakah saya boleh membawa catatan saat wawancara?
Iya, kamu boleh membawa catatan untuk membantu menjawab pertanyaan atau untuk mencatat poin penting yang dibicarakan.
4. Apa yang harus saya lakukan jika saya tidak tahu jawaban atas pertanyaan?
Jika tidak tahu jawaban, jangan ragu untuk jujur. kamu bisa mengatakan, “Itu pertanyaan yang menarik. Saya akan melakukan riset lebih lanjut untuk memahami lebih baik.”
5. Kapan saya bisa menanyakan gaji?
Lebih baik menunggu hingga pewawancara membicarakannya atau saat sudah ada tawaran kerja. Tanyakan secara terbuka dan sopan ketika waktu yang tepat.
Dengan mengikuti panduan ini, kamu diharapkan dapat menghadapi wawancara kerja dengan percaya diri dan meraih kesempatan kerja impianmu. Selamat berjuang!